Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Silaturrahmi

Phose Bersama Pengurus IGI Pusat bersama Menteri Pendidikan Nasional.

Pelantikan Pengurus OSIS

Kepala MTs Negeri Ambon melantik pengurus OSIS Madrasah Tsanawiyah negeri Ambon Periode 2016/2017.

Kamis, 16 Februari 2017

Artikel - SAGUSABLOG Online Meretas Kesenjangan Mutu Guru Indonesia



"Meretas Kesenjangan Mutu Guru Indonesia Bagian Timur"

 
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia dan diselenggarakan secara GRATIS oleh @mrmung sebagai invator dan narasumber dengan menggunakan media aplikasi telegram membuka tirai yang menyelimuti ruang diklat atau workshop bagi para guru di timur Indonesia untuk ikut  meningkatkan kompetensi profesi dalam melakukan inovasi pembelajaran berbasis IT.

Inovasi pembelajaran yang dilakukan dalam workshop ataupun diklat berbasis IT di bagian Timur Indonesia terutama Maluku sangat jarang dilakukan baik terbatasnya mata diklat atau program yang direncanakan oleh Balai Diklat maupun lembaga-lemabaga Pendidikan terkait sehingga menjauhkan para guru dengan dunia Inovasi berbasis Internet kecuali bagi para guru yang pingin mandiri.

Kemandirian para Guru di Maluku kadang terbatas dengan kurangnya mentor maupun terbatasnya Internet yang terkesan Merogok Koceh lumayan besar sehingga mengurangi keinginan para guru untuk terus mengembangkan diri disamping persaingan kualitas antar lembaga maupun antar para guru masih kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Kehadiran Workshop SAGUSABLOG ONLINE bagi sebagian guru yang mempunyai keinginan besar untuk mengembangkan diri guna memenuhi tuntutan pembelajaran berbasis Online menjadi angin segar serta dorongan untuk bangkit serta berupaya menyetarakan diri dengan ketertinggalan yang begitu jauh. Namun semangat juang serta tatapan penuh harap untuk kemajuan dunia Pendidikan di Maluku menjadi sebuah harapan yang mungkin tidak lagi mimpi walau masih terkesan sedikit menanjak untuk menggapainya.

Mimpi yang tumbuh dari sebuah realitas dan harapan yang menggelora dalam real waktu dan kesempatan yang telah terbuka luas tidak menjadi mimpi hampa tanpa bukti. Alhamdulillah melalui Workshop WAGUSABLOK Online GRATIS kami hadirkan Blog sederhana yang membutuhkan banyak uluran tangan serta bimbingan para senior serta teman-teman dalam moto "Sharing and Growing Together" - berkembang dan tumbuh bersama menjadi perekat guru di Timur Indonesia dengan Guru di seluruh Nusantara. 



Minggu, 05 Februari 2017

KIS Matsaneba dan MTsN SSI 2016


Video malam ramah tamah MTsN AMbon dan MTsN SSI, Klik disni :

Sabtu, 04 Februari 2017

Buku Fikih Siswa Kelas IX

Buku Fikih Siswa Kelas IX, Klik disini :

Buku Fikih Siswa Kelas VIII


Buku Fikih Siswa Kelas VIII, Klik disini :

Materi Fikih kelas VII


Buku Fikih Siswa Kelas VII Kurikulum 2013, Klik disini :

Tour dan Travel Pariwisata Banda Neira


Kunjungi Banda Neira - Mutiara di Timur Indonesia.
Tour dan Travel Adventure.

Karya Siswa MTsN Ambon



BUAH TANGAN SISWA MTsN AMBON




Kerajinan Tangan Siswa MTsN Ambon.


Harga : Rp. 120.000 - 150.000,-

Minat Hubungi : 0852-1392-0626

Artikel - Badai Gerakan IGI di Indonesia



BADAI GERAKAN 
IKATAN GURU INDONESIA (IGI) DI INDONESIA


Permasalahan dunia pendidikan Indonesia yang kompleks saat ini, jelas tidak bisa terlaksana hanya dengan mengandalkan peran pemerintah semata, karena keberhasilan pelaksanaan pendidikan melibatkan  semua pihak termasuk orgnisasi keguruan serta peran penting para guru dalam meningkatkan kompetensi kediriannya sebagai ujung tombak pembangunan sektor pendidikan.

Dalam konteks pembangunan sektor pendidikan, Guru adalah jantungnya pendidikan. Tanpa denyut dan peran aktif guru, kebijakan pembaruan pendidikan secanggih apa pun tetap akan sia-sia. Sebagus apa pun dan semodern apa pun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Artinya, pendidikan yang baik dan unggul tetap akan tergantung pada kondisi mutu guru.

Peningkatan Mutu Guru telah banyak dilakukan pemerintah  antara lain :

1. Sertifikasi Guru

Program ini sebenarnya diawali dari sebuah hipotesa, bahwa guru yang professional dan berkualitas akan terwujud apabila kesejahteraannya mencukupi. Sebaliknya jangan harap seorang guru akan professional, jika kesejahteraannya tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi serta ditetapkan oleh pemerintah dan diatur  dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007.

Sertifikasi guru memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada guru, dan sekaligus untuk meningkatkan kualitas guru. Namun demikian, kenyataannya guru yang telah tersertifiksi belum banyak menunjukan kemajuan dalam meningkatkan kompetensinya bahkan terkesan biasa-biasa saja dan anehnya ada diantara para guru menganggap tunjangan sertifikasi yang didanai pemerintah adalah hadiah dari pengabdiannya sehingga penggunaan tunjangan tersebut tidak dibelanjakan untuk menunjang pengembangan mutu melainkan cenderung dihabiskan pada kebutuhan yang tidak ada hubungannya dengan profesi keguruannya.

2. KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)

KKG merupakan kelompok atau forum musyawarah kerja guru di tingkat pendidikan dasar, sedangkan MGMP yaitu forum musyawarah kerja guru di tingkat pendidikan menengah, yang tercatat dan diakui keberadaannya oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan 

Kelompok ini berdiri atau didirikan dengan tujuan untuk lebih mengaktifkan komunikasi antar guru, baik yang sebidang (dalam kelompok mata pelajaran) atau dalam suatu klaster tertentu, sehingga dalam proses selanjutnya akan menjadi grup-grup dinamis (dynamic groups) yang aktif untuk berkembang dengan berbagai kegiatan inovatif.

Namun demikian, banyak kelompok KKG dan MGMP yang pelaksanaan kegiatannya tidak jalan seperti yang diinginkan pemerintah bahkan yang sudah didanai sekalipun apalagi yang tidak mendapat ksempatan pendanaan oleh pemerintah dan cenderung menyalahgunakan bantuan dana tersebut untuk kepentingan tertentu atau orang per orang.

Untuk itu, hendaknya kita tidak membiarkan pemerintah memikul tanggung jawab sendiri untuk melakukan upaya peningkatan mutu guru. Peran serta organisasi profesi diharapkan dapat bersama-sama pemerintah bergandeng tangan berusaha menyelesaikan permasalahan mutu guru di Indonesia terus dilakukan.

Organisasi profesi yang bergerak bersama-sama pemerintah dengan berbagai fungsi dan tugas yang dilakukan dalam rangka meningkatan mutu guru di Indonesia cukup banyak dan Ikatan Guru Indonesia salah satu organisasi profesi yang fokus pada pergerakan peningkatan mutu guru bak badai yang bergerak cepat diseantero bumi Indonesia.
Berdirinya Ikatan Guru Indonesia yang sering dikenal dengan istilah IGI melalui SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009 menjadi momentum awal pergerakan pembangunan mutu guru melalui moto “Sharing and Growing Together”, dan diharapkan Ikatan Guru Indonesia (IGI) akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan.

Sejak awal berdirinya sampai saat ini banyak usaha yang telah dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) diberbagai Wilayah Republik Indonesia baik melalui Pengurus IGI Daerah, Wilayah maupun Pengurus Pusat dengan berbagai macam program Unggulan dan disesuaikan dengan kondisi kekinian melalui berbagai macam kerjasama baik pemerintah daerah maupun perusahan pemerintah dan swasta guna lancarkan kegiatan peningkatan mutu guru di Seluruh Indonesia.

Program peningkatan Mutu Guru, kerjasama beberapa pemerintah daerah yang memiliki visi dan misi sama dalam rangka memajukan daerahnya melalui sektor pendidikan marak di lakukan di beberapa daerah, karena bukti nyata kegiatan guru di daerah telah ditunjukan oleh pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI)  baik daerah, wilayah maupun pusat.

Disamping pemerintah daerah yang digandeng Ikatan Guru Indonesia dalam rangka mendukung terlaksananya kegiatan Ikatan Guru Indonesia di daerah, Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat juga melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan Sawasta seperti PT. Samsung Indonesia melalui kegiatan TOT Literasi Produktif Berbasis IT, kerjasama PT. Indosat Indonesia dalam mewujudkan “Satu Juta Guru Terlatih Literasi Produktif Berbasis IT dalam 5 Tahun ke Depan”. Untuk mewujudkan hal tersebut IGI menggandeng Indosat Ooredo, Ajakan meningkatkan mutu guru  khusus matematika juga datang dari Perusahan Casio  melalui Manager Casio di Indonesia Ibu Mutia dari Casio Singapura PTE LTD bersama Mr Hirokazu Satoh yang merupakan Chief Representative di Indonesia serta PT. Microsoft Indonesia dan SEAMEO SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjsama dengan Departemen Pendidikan Nasional, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ maupun institusai pendukung program yang fokus pada peningkatan mutu guru baik melalui Workshop di masing-masing daerah maupun penyedia jaringan Workshop Online melalui telekompres bagi seluruh guru di Indonesia serta tidak kala pentingnya yang punya peran besar menunjang kegiatan Ikatan Guru Indonesia (IGI) bidang transportasi antar daerah yaitu PT. Garuda Indonesia milik Pemerintah melalui Program Garuda Miles.


Kepercayaan perusahaan-perusahan swasta  yang melakukan kerja sama  dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah bentuk kepercayaan atas kerjanya nyata yang dilakukan oleh IGI dalam rangka meningkatan mutu Guru Indonesia dengan berbagai macam kegiatan baik melalui tatap muka maupun melalui diklat jarak jauh yang dilakukan melalui teleconference meeting maupun  melalaui Aplikasi Telegram yang dilakukan beberapa Master Traener yang dimiliki oleh Ikatan Guru Indonesia seperti  melalui program SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi - Abd. Kholoiq) membuat Aplikasi berbasis Android, SAGUSABLOG (Satu guru Satu Blog - Mr Mung) membuat Blog bagi guru . 

Kegiatan-kegiatan yang di gagas Ikatan Guru Indonesia ini dalam rangka menjawab problematika guru di berbagai wilayah Indonesia terutama Indonesia timur yang masih sulit mendapatkan kesempatan mengikuti Diklat serta menghasilkan Ilmu Pengetahuan terutama di bidang IT dalam rangka menjawab kebutuhan Guru dalam mengelola pembelajaran secara baik dan efektif serta dapat digunakan untuk meningkatan strata kepangkatan bagi peningkatan kesejahteraan guru.

Tahun 2017, ada program yang sangat menarik dan langka serta terkesan sulit dilakukan oleh sebagian besar guru di Indonesia yaitu peningkatan strata kepangkatan setelah sampai pada Golongan IV/a yaitu SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) yang digagas oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan akan dilaksanakan di hampir sebagian besar wialayah Republik Indonesia. Satu Guru Satu Buku adalah cita-cita IGI, itulah mengapa IGI melahirkan kanal khusus Literasi Produktif Berbasis IT yaitu SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku).

SAGUSAKU dilahirkan di Surabaya saat TOT Literasi Produktif Angkatan Pertama. SAGUSAKU akan hadir di 34 Provinsi di Indonesia dalam bentuk PELATIHAN MENULIS BUKU SAMPAI TERBIT yang melibatkan dua guru hebat yaitu : JOKO WAHYONO dan SLAMET RIYANTO

Kegiatan SAGUSAKU, SAGUSANOV dan SAGUSABLOG yang tengah merambah semangat para Guru untuk menuangkan keinginan melatih diri, mengasah keterampilan serta keinginan menuai keberhasilan dalam membimbing peserta Didik menuju cita-cita besar kemajuan Pendidikan Indonesia.

Padatnya Workshop yang dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk meningkatkan kompetensi para Guru di Indonesia tidak terlepas dari peran Ketua Umum Bapak MUHAMMAD RAMLI RAHIM   yang begitu semangat dan berjuang keras, melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak baik Instansi pemerintah maupun Swasta agar bisa bersinergi dengan Kegiatan peningkatan Mutu Guru yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia.


Riyadi Kamis

Jumat, 03 Februari 2017

Gambar MTs Negeri Ambon

motivasi kehidupan terbaru

Soal Online UTS Fikih Kelas VII Semester 2

Silahkan kerjakan soal-soal di bawah ini :

Photo MTsN Ambon


RPP Mapel Fikih Kelas VII Semester 2



Pada postingan ini siswa-siswi bisa melihat Contoh RPP Mapel Fikih Kelas VII Semester 2  :



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Nama Madrasah         :    MTsN BATUMERAH AMBON
Mata Pelajaran            :    Fiqih
Kelas/semester           :    VII/Satu
Materi Pokok               :    Ketentuan Hadas dan Najis
Alokasi Waktu             :    2 pertemuan (4 JP)


A.     Kompetensi Inti
  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.    Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1  Meyakini pentingnya bersuci dari hadas dan najis
2.1  Membiasakan diri bersuci dari hadas dan najis
3.1  Memahami hadas dan najis dan tata cara menyucikan
3.1.1      Menyebutkan pengertian najis
3.1.2      Menunjukkan dalil tentang najis
3.1.3      Menjelaskan macam-macam najis
3.1.4      Membedakan macam-macam najis
3.1.5      Menerapkan tatacara bersuci dari najis
3.1.6      Menyebutkan pengertian hadats
3.1.7      Menunjukkan dalil tentang hadats
3.1.8      Menjelaskan macam-macam hadats
3.1.9      Membedakan macam-macam hadats
3.1.10   Menerapkan tatacara bersuci dari hadats
4.1  Mendemonstrasikan tata cara bersuci dari hadas dan najis
4.1.1      Mendemostrasikan tatacara bersuci dari hadats
4.1.2      Mendemostrasikan tatacara bersuci dari  najis

C.    Tujuan Pembelajaran  
Pertemuan Pertama
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran tentang ketentuan hadas dan najis, peserta didik dapat:
§  Menyebutkan pengertian najis
§  Menunjukkan dalil tentang najis
§  Menjelaskan macam-macam najis
§  Membedakan macam-macam najis
§  Menerapkan tatacara bersuci dari najis
§  Menyebutkan pengertian hadats
§  Menunjukkan dalil tentang hadats
§  Menjelaskan macam-macam hadats
§  Membedakan macam-macam hadats

Pertemuan Kedua
Setelah ditampilkan gambar/video dan penjelasan tentang ketentuan hadas dan najis, peserta didik dapat:
§  Mendemostrasikan tatacara bersuci dari hadats
§  Mendemostrasikan tatacara bersuci dari  najis

D.    Materi Pembelajaran 
·      Materi Pertama                 : Terlampir 1 (modul)
·      Materi Kedua                     : Terlampir 2 (modul)
E.     Metode Pembelajaran
Metode direct intruction  dan snow bolling dengan Pendekatan Saintifik agar memperoleh pemahaman benar.
F.     Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1
Media
gambar/video tata cara bersuci dari hadas dan najis
2
Alat
kertas, spidol, lembar penilaian, laptop, LCD Projector, dan Layar screen
3
Sumber pembelajaran
buku paket/Modul Fiqih dan Qur’an Terjemahan

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran          
       Pertemuan Pertama:
Tahapan Pembelajaran
Deskripsi
Kegiatan Guru dan Siswa
Alokasi Waktu
Pendahuluan


-     Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat
-     Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran  dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
-     Guru memberikan motivasi dan menumbuhkan minat/semangat untuk mau mempelajari materi ketentuan bersuci dari hadas dan najis  dengan melihat gambar/teks
-     Guru menyampaikan tujuan atau indikator yang akan dicapai.
5 menit
Inti
-     Peserta didik diminta mengamati gambar yang disediakan guru terkait materi pembelajaran
-     Peserta didik membaca materi tentang ketentuan bersuci dari hadas dan najis  
-     Peserta didik menyimak penjelasan guru sebagai penguatan pengamatan peserta didik dari gambar dan bahan bacaan
-     Peserta didik menanyakan isi gambar tersebut dengan bimbingan guru.
-     Dengan dimotivasi oleh guru, peserta didik mengajukan pertanyaan terkait masalah ketentuan bersuci dari hadas dan najis
-     Peserta didik secara berpasangan dalam satu kelompok berdiskusi/baku tanya jawab dengan tema/masalah yang sudah ditentukkan sebelumnya
-    Lalu setiap pasangan bergabung dengan kelompoknya, dan di antara mereka saling menguatkan pemahaman tentang masalah yang ditentukkan untuk kelompoknya
-    Lalu setiap kelompok saling tukar pasangan dengan kelompok lainnya saling menanyakan dan mengukuhkan jawab mereka
-     Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula
-     Guru menguji pemahaman peserta didik secara dengan menanyakan tema-tema yang ditentukan
-     Dengan menunjukkan tata cara bersuci dari hadas dan najis, secara tidak langsung menuntut adanya kedisiplinan dan pemahaman yang mendalam.  Dengan demikian diharapkan setelah mempelajari materi ini siswa menjadi lebih disiplin dan lebih giat belajar
-     Menyusun kesimpulan dari materi pembelajaran dengan bimbingan guru.
-     Guru mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan latihan yang terdapat dalam buku
60 menit
Penutup

-     Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
-     Guru memberikan reward kepada kelompok atau siswa yang dianggap paling bisa memahami ketentuan bersuci dari hadas dan najis
-     Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.
-     Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa
15 menit
       Pertemuan Kedua
Tahapan Pembelajaran
Deskripsi
Kegiatan Guru dan Siswa
Alokasi Waktu
Pendahuluan


-     Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat
-     Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran  dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
-     Guru memberikan motivasi dan menumbuhkan minat/semangat untuk mau mempelajari materi mempratekkan bersuci dari hadas dan najis
-     Guru menyampaikan tujuan atau indikator yang akan dicapai.
5 menit
Inti
-     Peserta didik untuk mengamati video tentang tata cara pengaturan shaf dan adab bersuci dari hadas dan najis
-     Peserta didik membaca materi tentang tata cara bersuci dari hadas dan najis  
-     Peserta didik menyimak penjelasan guru sebagai penguatan pengamatan peserta didik dari video dan bahan bacaan
-     Peserta didik menanyakan dan mengemukakan isi video tersebut
-     Dengan dimotivasi oleh guru, peserta didik mengajukan pertanyaan terkait masalah tata cara bersuci dari hadas dan najis
-    Setiap kelompok mempratekkan tugas yang ditentukan oleh sebelumnya, sedangkan kelompok lainnya menyimak
-     Melakukan koreksi secara berkelompok terhadap hasil praktek setiap kelompok
-     Memperbaiki hasil jawaban atau koreksi dari pertanyaan maupun praktek bersuci dari hadas dan najis
-     Menyusun kesimpulan dari materi pembelajaran dengan bimbingan guru.
60 menit
Penutup

-     Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
-     Guru memberikan reward kepada kelompok atau siswa yang dianggap paling bisa menpratekkan bersuci dari hadas dan najis
-     Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.
-     Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa
15 menit
H.    Penilaian
1.  Sikap Sikap
                  a.    Teknik Penilaian           : Penilaian diri
                  b.    Bentuk Instrumen         : Lembar penilaian diri
                  c.    Kisi-kisi & Instrumen
No
Kisi
Instrumen
1
Meyakini bahwa bersuci dari hadas dan najis itu syarat sah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT
Saya yakin bahwa bersuci dari hadas dan najis itu syarat sah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT
2
Meyakini bahwa hadas dan najis itu kotor dan menjijikkan
Saya yakin najis itu kotor dan menjijikkan
3
Membiasakan diri untuk berniat sebelum bersuci dari hadas dan najis
Saya berniat sebelum bersuci dari hadas dan najis
4
Membiasakan diri bersuci setelah berhadas kecil atau hadas besar.
Saya terbiasa bersuci setelah berhadas kecil atau hadas besar.
5
Menyegerakan bersuci dari hadas kecil dan hadas besar
Saya tidak menunda-nunda dalam bersuci dari hadas kecil dan hadas besar
6
Mengerti najis itu terbagi tiga macam dan hafal pengertiannya masing-masing
Saya mengerti najis itu ada 3 macam dan hafal penertianya masing-masing
7
Menyebutkan contoh najis ringan, sedang dan berat
Saya dapat  menyebutkan contoh najis ringan , sedang dan berat
8
Memperhatikan hal-hal sepele dalam bersuci dari najis
Saya sering meyepelekan najis kecil
9
Memperhatikan kebersihan dalam beristinjak
Saya terkadang kurang bersih dalam beristinjak
10
Mengindari macam-macam najis demi kesempurnaan ibadah
Saya berusaha untuk menhidari macam-macam najis agar ibadah saya diterima
11
Menyenangi kebiasaan bersuci dari hadas dan najis
Saya merasa senang dapat bersuci dari macam-macam najis
12
Merasakan tenang jika telah melakukan bersuci dengan benar
Saya merasa tenang jika telah melakukan bersuci dengan benar
13
Menyempurnakan tata cara bersuci agar lebih khusuk dalam beribadah
Saya kurang khusuk menjalankan ibadah jika belum melakukan bersuci dengan yakin
Pedoman penskoran
Ya : skor 5                 Tidak: skor 0
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal

2.    Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi (observasi):


No
Kisi
Instrumen
1
Kejelasan dan kedalaman informasi
Apakah informasi tentang bersuci dari hadas dan najis  lengkap atau belum?
2
Keaktifan dalam diskusi
Bagaimana keaktifan setiap kelompok
3
Kekompakkan kelompok
Apakah kelompok tersebut kompak atau tidak?
                 Pedoman penskoran dan kunci jawaban: Terlampir 2

3.  Penilaian Mempratekkan Tata cara bersuci dari hadas dan najis .
No
Kisi
Instrumen
1
Tata cara mandi janabat, berwudu atau tayamum untuk bersuci dari hadas dan najis
Terlampir 3
2
Ilustrasi gerakan mandi janabat, berwudu atau tayamum untuk bersuci dari hadas dan najis
Terlampir 3
3
Berdoa/berniat sebelum dan sesudah mandi janabat, berwuduk atau tayamum
Terlampir 3
4
Tertib dalam praktek
Terlampir 3
Pedoman Pen-Skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal

4.  Pengetahuan
                  a.    Teknik Penilaian              :  Tes tulis
                  b.    Bentuk Instrumen                        :   PG
                  c.    Kisi-kisi & instrumen

No
Indikator
Butir Instrumen
1
Pengertian najis
Terlampir  4 (Modul)
2
Dalil tentang najis
Terlampir  4 (Modul)
3
Macam-macam najis
Terlampir  4 (Modul)
4
Tata cara bersuci dari najis
Terlampir  4 (Modul)
5
Pengertian hadats
Terlampir  4 (Modul)
6
Dalil tentang hadats
Terlampir  4 (Modul)
7
Macam-macam hadats
Terlampir  4 (Modul)
8
Tata cara bersuci dari hadats
Terlampir  4
9
Tata cara bersuci dari  najis
Terlampir  4
Pilihan ganda: jumlah jawaban benar x 1 (maksimal 10 x1 = 10)
                  a.    Teknik Penilaian              :  Tes tulis
                  b.    Bentuk Instrumen                        :   Essay
                  c.    Kisi-kisi                             :




NO
INDIKATOR
BUTIR INSTRUMEN
1
Menjelas pengertian najis
Jelaskaan pengertian najis!
2
Menunjukkan dalil tentang najis
Tulislah dalil tentang najis
3
Menyebutkan macam-macam najis
Sebutkan 3 macam najis!
4
Menjelaskan macam-macam najis
Jelaskan pengertian macam-macam najis
5
Menjelaskan pengertian hadats
Jelaskan pengertian hadast menurut bahasa dan istilah?
6
Menunjukkan dalil tentang hadats
Tuliskan dalil tentang hadas
7
Menjelaskan macam-macam hadats
Jelaskan macam-macam hadas
8
Membedakan macam-macam hadats
Apa perbedaan hadas besar, sedang dan ringan
9
Menerapkan tatacara bersuci dari hadats
Jelaskan bagaimana tata cara mandi janabat
10
Menjelaskan penertian hadas kecil
Apa yang dmaksud dengan hadas kecil?
11
Menjelaskan pengertian hadas besar
Apa yang dimaksud dengan hadas besar?
12
Menjelaskan hal-hal yang tidak diperbolehkan saat berhadas besar
Sebutkan hal-hal yang tidak diperbolehkan bagi orang yang berhadas besar dan kecil?
13
Menyebutkan macam-macam air yang dapat digunakan bersuci
Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci ada tujuh macam. Sebutkan!
14
Menjelaskan bagaimana cara bersuci dari najis mughalazah dan muthawasitah
Bagaimanakah cara bersuci dari najis mugholazoh dan mutawasitoh?
15
Menjelskan bagaimana cara bersuci dari najis mukhafafah
Bagaimanakah cara bersuci dari najis mukhofafah?

  Pedoman penskoran                      : Terlampir 5
Nilai     :  Jumlah skor yang diperoleh  x 100
50

5.   Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
                  a.    Teknik Penilaian              :  proyek
                  b.    Bentuk Instrumen            :  

NO
INDIKATOR
BUTIR INSTRUMEN
1
Membuat tulisan tentang pengalaman kalian dalam melaksanakan bersuci dari hadas dan najis
Tuliskan pengalaman kalian dalam melaksanakan bersuci dari hadas dan najis !

c.  Pedoman penskoran                     : terlampir 6



Mengetahui
Kepala MTsN Batumerah Ambon




KUSNADI Hi. UMAR, M.PdI
NIP. 19691216 199703 1002

Ambon, 11 Juli 2016
Guru Bidang Studi Fikih




RIYADI KAMIS, S.Ag, MMPd
NIP. 197810102005011010