Sabtu, 04 Februari 2017

Artikel - Badai Gerakan IGI di Indonesia



BADAI GERAKAN 
IKATAN GURU INDONESIA (IGI) DI INDONESIA


Permasalahan dunia pendidikan Indonesia yang kompleks saat ini, jelas tidak bisa terlaksana hanya dengan mengandalkan peran pemerintah semata, karena keberhasilan pelaksanaan pendidikan melibatkan  semua pihak termasuk orgnisasi keguruan serta peran penting para guru dalam meningkatkan kompetensi kediriannya sebagai ujung tombak pembangunan sektor pendidikan.

Dalam konteks pembangunan sektor pendidikan, Guru adalah jantungnya pendidikan. Tanpa denyut dan peran aktif guru, kebijakan pembaruan pendidikan secanggih apa pun tetap akan sia-sia. Sebagus apa pun dan semodern apa pun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Artinya, pendidikan yang baik dan unggul tetap akan tergantung pada kondisi mutu guru.

Peningkatan Mutu Guru telah banyak dilakukan pemerintah  antara lain :

1. Sertifikasi Guru

Program ini sebenarnya diawali dari sebuah hipotesa, bahwa guru yang professional dan berkualitas akan terwujud apabila kesejahteraannya mencukupi. Sebaliknya jangan harap seorang guru akan professional, jika kesejahteraannya tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi serta ditetapkan oleh pemerintah dan diatur  dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007.

Sertifikasi guru memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada guru, dan sekaligus untuk meningkatkan kualitas guru. Namun demikian, kenyataannya guru yang telah tersertifiksi belum banyak menunjukan kemajuan dalam meningkatkan kompetensinya bahkan terkesan biasa-biasa saja dan anehnya ada diantara para guru menganggap tunjangan sertifikasi yang didanai pemerintah adalah hadiah dari pengabdiannya sehingga penggunaan tunjangan tersebut tidak dibelanjakan untuk menunjang pengembangan mutu melainkan cenderung dihabiskan pada kebutuhan yang tidak ada hubungannya dengan profesi keguruannya.

2. KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)

KKG merupakan kelompok atau forum musyawarah kerja guru di tingkat pendidikan dasar, sedangkan MGMP yaitu forum musyawarah kerja guru di tingkat pendidikan menengah, yang tercatat dan diakui keberadaannya oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan 

Kelompok ini berdiri atau didirikan dengan tujuan untuk lebih mengaktifkan komunikasi antar guru, baik yang sebidang (dalam kelompok mata pelajaran) atau dalam suatu klaster tertentu, sehingga dalam proses selanjutnya akan menjadi grup-grup dinamis (dynamic groups) yang aktif untuk berkembang dengan berbagai kegiatan inovatif.

Namun demikian, banyak kelompok KKG dan MGMP yang pelaksanaan kegiatannya tidak jalan seperti yang diinginkan pemerintah bahkan yang sudah didanai sekalipun apalagi yang tidak mendapat ksempatan pendanaan oleh pemerintah dan cenderung menyalahgunakan bantuan dana tersebut untuk kepentingan tertentu atau orang per orang.

Untuk itu, hendaknya kita tidak membiarkan pemerintah memikul tanggung jawab sendiri untuk melakukan upaya peningkatan mutu guru. Peran serta organisasi profesi diharapkan dapat bersama-sama pemerintah bergandeng tangan berusaha menyelesaikan permasalahan mutu guru di Indonesia terus dilakukan.

Organisasi profesi yang bergerak bersama-sama pemerintah dengan berbagai fungsi dan tugas yang dilakukan dalam rangka meningkatan mutu guru di Indonesia cukup banyak dan Ikatan Guru Indonesia salah satu organisasi profesi yang fokus pada pergerakan peningkatan mutu guru bak badai yang bergerak cepat diseantero bumi Indonesia.
Berdirinya Ikatan Guru Indonesia yang sering dikenal dengan istilah IGI melalui SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009 menjadi momentum awal pergerakan pembangunan mutu guru melalui moto “Sharing and Growing Together”, dan diharapkan Ikatan Guru Indonesia (IGI) akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan.

Sejak awal berdirinya sampai saat ini banyak usaha yang telah dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) diberbagai Wilayah Republik Indonesia baik melalui Pengurus IGI Daerah, Wilayah maupun Pengurus Pusat dengan berbagai macam program Unggulan dan disesuaikan dengan kondisi kekinian melalui berbagai macam kerjasama baik pemerintah daerah maupun perusahan pemerintah dan swasta guna lancarkan kegiatan peningkatan mutu guru di Seluruh Indonesia.

Program peningkatan Mutu Guru, kerjasama beberapa pemerintah daerah yang memiliki visi dan misi sama dalam rangka memajukan daerahnya melalui sektor pendidikan marak di lakukan di beberapa daerah, karena bukti nyata kegiatan guru di daerah telah ditunjukan oleh pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI)  baik daerah, wilayah maupun pusat.

Disamping pemerintah daerah yang digandeng Ikatan Guru Indonesia dalam rangka mendukung terlaksananya kegiatan Ikatan Guru Indonesia di daerah, Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat juga melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan Sawasta seperti PT. Samsung Indonesia melalui kegiatan TOT Literasi Produktif Berbasis IT, kerjasama PT. Indosat Indonesia dalam mewujudkan “Satu Juta Guru Terlatih Literasi Produktif Berbasis IT dalam 5 Tahun ke Depan”. Untuk mewujudkan hal tersebut IGI menggandeng Indosat Ooredo, Ajakan meningkatkan mutu guru  khusus matematika juga datang dari Perusahan Casio  melalui Manager Casio di Indonesia Ibu Mutia dari Casio Singapura PTE LTD bersama Mr Hirokazu Satoh yang merupakan Chief Representative di Indonesia serta PT. Microsoft Indonesia dan SEAMEO SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjsama dengan Departemen Pendidikan Nasional, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ maupun institusai pendukung program yang fokus pada peningkatan mutu guru baik melalui Workshop di masing-masing daerah maupun penyedia jaringan Workshop Online melalui telekompres bagi seluruh guru di Indonesia serta tidak kala pentingnya yang punya peran besar menunjang kegiatan Ikatan Guru Indonesia (IGI) bidang transportasi antar daerah yaitu PT. Garuda Indonesia milik Pemerintah melalui Program Garuda Miles.


Kepercayaan perusahaan-perusahan swasta  yang melakukan kerja sama  dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah bentuk kepercayaan atas kerjanya nyata yang dilakukan oleh IGI dalam rangka meningkatan mutu Guru Indonesia dengan berbagai macam kegiatan baik melalui tatap muka maupun melalui diklat jarak jauh yang dilakukan melalui teleconference meeting maupun  melalaui Aplikasi Telegram yang dilakukan beberapa Master Traener yang dimiliki oleh Ikatan Guru Indonesia seperti  melalui program SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi - Abd. Kholoiq) membuat Aplikasi berbasis Android, SAGUSABLOG (Satu guru Satu Blog - Mr Mung) membuat Blog bagi guru . 

Kegiatan-kegiatan yang di gagas Ikatan Guru Indonesia ini dalam rangka menjawab problematika guru di berbagai wilayah Indonesia terutama Indonesia timur yang masih sulit mendapatkan kesempatan mengikuti Diklat serta menghasilkan Ilmu Pengetahuan terutama di bidang IT dalam rangka menjawab kebutuhan Guru dalam mengelola pembelajaran secara baik dan efektif serta dapat digunakan untuk meningkatan strata kepangkatan bagi peningkatan kesejahteraan guru.

Tahun 2017, ada program yang sangat menarik dan langka serta terkesan sulit dilakukan oleh sebagian besar guru di Indonesia yaitu peningkatan strata kepangkatan setelah sampai pada Golongan IV/a yaitu SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) yang digagas oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan akan dilaksanakan di hampir sebagian besar wialayah Republik Indonesia. Satu Guru Satu Buku adalah cita-cita IGI, itulah mengapa IGI melahirkan kanal khusus Literasi Produktif Berbasis IT yaitu SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku).

SAGUSAKU dilahirkan di Surabaya saat TOT Literasi Produktif Angkatan Pertama. SAGUSAKU akan hadir di 34 Provinsi di Indonesia dalam bentuk PELATIHAN MENULIS BUKU SAMPAI TERBIT yang melibatkan dua guru hebat yaitu : JOKO WAHYONO dan SLAMET RIYANTO

Kegiatan SAGUSAKU, SAGUSANOV dan SAGUSABLOG yang tengah merambah semangat para Guru untuk menuangkan keinginan melatih diri, mengasah keterampilan serta keinginan menuai keberhasilan dalam membimbing peserta Didik menuju cita-cita besar kemajuan Pendidikan Indonesia.

Padatnya Workshop yang dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk meningkatkan kompetensi para Guru di Indonesia tidak terlepas dari peran Ketua Umum Bapak MUHAMMAD RAMLI RAHIM   yang begitu semangat dan berjuang keras, melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak baik Instansi pemerintah maupun Swasta agar bisa bersinergi dengan Kegiatan peningkatan Mutu Guru yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia.


Riyadi Kamis

0 komentar:

Posting Komentar